Showing posts with label blogging mania. Show all posts
Showing posts with label blogging mania. Show all posts

Sunday, May 4, 2014

Seems Right but Wrong

by: Shahir Nazri

Some situations, no matter how truthful they appear, still have their flaws.

A)  When somebody did a survey on how many books have you been reading and instruct you to not include any textbooks related to your study.


Why do they demand so? Because usually any academic textbooks are read when people need to pass exams (or not repeating semester), so they are forced to read them rather than willingly read them.

Why is it wrong to ask so?

1. Reading something you are forced to read are much more agonizing than reading something you are willing to read.

2. Not everyone read something related to their study because they felt obligatory to do so. There are people who read because they are passionate about the subject they are studying.

3. For those who demand so, have you ever tried reading textbooks? Seriously, have you ever? I’m not talking about those simple 100-page-of-so-called-textbooks (which in reality are notebooks written by your professors), but the real-deal 500-page +++ textbook with font-size <10, heavily-worded and scattered with diagrams that are even harder to understand than the words. Give it a try, then perhaps you’ll understand why the sentence “… not including the textbooks related to your study…” are total nonsense.

"Why bother? It's not like the stuff I'm reading right now really matters, right?"

B) When people say “there are simpler ways to succeed in something”

Why do they say so? To motivate others towards success.


Why is it wrong to say so?

1. Ever heard of a saying “we are what we repeatedly do, excellence then, is not an act but a habit”. You want success, start acting like a successful people.

2. There are others who are hardworking enough, but they barely succeed. And you think you can go further by doing less than these people? Shame on you!


3. You may do less, and succeed due to some dumb luck. But dumb luck only comes once or twice. Sooner or later you’ll have to depend on yourselves when you ran out of luck.

4. Even the simplest proposed methods towards success require perseverance. And perseverance, my friend, is never simple.


But perhaps this is better than the next one:


C) When people say “success in exam does not count in the future”

Why do they say so? To motivate those who fail to never give up.


Why is it wrong to say so?

1. Seriously, why must you demotivate those who work hard to succeed in exam?

Smith will never smile if he knows that he will later become a janitor at the same college he graduated from
2. It is true that results does not matter. But nobody can deny that people who succeed because they have the best attitude are much better than people who fail because they are lazy.

3. Yes, there are multiple stories about successful person who failed a lot in their academic years. But even in their failure, they have clear plans towards a greater goal. If your greater goal requires you to succeed in exams, then success in exams do count for your future.

... and later he added "Nah... Just Kidding! LOL" 

D) When people regularly use the phrase “use your common sense” to their favour.

Why do they say so? To stop people from annoying them.


Why is it sometimes wrong to say so?

1. Seriously, is it “use your common sense” or “use my common sense”? Sometimes, “common sense” is not so common. Proof? People who told others to “use their common sense” may sometimes be told by others to “use his common sense”. If “common sense” is so common, why should one be reminded to “use their common sense”?

Different view of "common sense"
2. Sometimes, “use your common sense” are better translated as “I don’t like what you did, so please don’t do it in front of me, even though you are pleased to do so”. Well, if you don’t like something, better tell them so and insert your reasons along, rather than saying “use your common sense”, because the one who heard it may translate it as “you are such an insensible, heartless bastard who have no concern of others at all”.
Now that's an accurate "common sense" showmanship
If you really need to use the “common sense” argument, please make sure that it is really a “common” sense.



Conflict of Interest: I hereby declared that I have no conflict of interest (except for my interest in writing some nonsense, perhaps). This so-called writing reflects some of the my opinions, and as any other opinions, they stand in the grey area of uncertainty.

Monday, April 28, 2014

“Kau ni selfie ke selfish?!”

Di suatu malam yang meriah…

“Hoi Mat! Kau ni tak habis-habis selfie. Takde kerja lain ke?” Soal Muaz dengan nada marah.
“Kau ni... Aku nak merapatkan ukhuwah kita je. Takkan tu pun tak boleh?” Jawab Rahmat.
“Yelah tu. Malam tadi selfie dengan The Works pastu post kat Insta. Meleleh air liur member tengok. Ukhuwah lah sangat.” Balas Kamal pula.

(The Works merupakan salah satu menu burger di Fuddruckers. Sumber: http://www.trustious.com/food-and-drinks/the-works-fuddruckers/)

Rahmat berasa sedih kerana niat baiknya disalah ertikan. Dia pun beredar dari dua orang sahabatnya itu sambil memasukkan smart phone kesayangannya ke dalam poket seluar…


Cerita di atas tiada kena mengena dengan yang masih hidup atau meninggal dunia.
Apakah yang dimaksudkan dengan selfie? Adakah ia merupakan sebuah peralatan? Atau perbuatan yang menjelekkan? Atau sebuah modul geli-geli mahasiswa kini?


Definisi selfie menurut OxfordDictionary.com ialah:




Dalam erti kata lain, selfie ialah perbuatan mengambil gambar diri sendiri (sama ada seorang diri atau bersama-sama orang lain) dengan menggunakan telefon pintar (smartphone) ataupun kamera. Kemudian gambar tersebut di muat naik (upload) ke laman web sosial.
Fenomena selfie semakin membuak-buak dalam kalangan akhi-akhi juga ukhti-ukhti kini. Tambahan pula dengan kemudahan laman web sosial seperti Instagram, Twitter, Tumblr dan lain-lain yang memudahkan pengguna memuat naik gambar-gambar yang baru diambil sekelip mata. Tiada lagi perlu menunggu dicabut memory card kamera digital atau Bluetooth sesama kawan sebelum dimuat naik di rumah. Apatah lagi Infrared. Itu semua kisah silam.

Adakah salah perbuatan selfie? Sudah tentu tidak selagi menepati adab-adab ketika bergambar seperti tidak mendedahkan aurat, tidak mengaibkan orang lain dan sebagainya. Bagi siapa yang nak tahu adab-adab bergambar, sila Google sendiri. Dan bagi para wanita pula, sila jaga gambar-gambar anda supaya tidak menjadi ‘habuan mata’ para lelaki. Jikalau rasa tidak sesuai, janganlah upload. Kalau nak upload juga pandai-pandailah usaha supaya bukan sembarangan orang boleh tengok. Kasihanlah kepada lelaki-lelaki ini.
Perkara lain yang ingin diketengahkan ialah, pada pendapat saya yang penting dalam berselfie adalah kita tahu apa niat disebalik kita mengambil gambar tersebut. Hal ini kerana niat merupakan satu amalan di mana hanya seorang manusia dan Penciptanya sahaja yang mengetahui. Oleh itu niatlah untuk membuat kebaikan kerana Allah. Saya di sini bukanlah ingin meragui niat-niat orang yang suka berselfie, namun sebagai peringatan bersama supaya semua yang kita kerjakan niat ikhlas kerana Allah Taala. Jika anda jelas dengan niat anda kerana Allah, tidak perlu kisah apa orang lain kata.

Di sini ingin saya kongsikan beberapa tips semasa selfie:


Dan beberapa perkara yang perlu diingat sebelum selfie:


Jangan terkantoi dengan doktor.

http://9fail.com/post/82978691607#.U15g7fmSzYJ



Pandang keadaan sekeliling sebelum berselfie.

Akhir kata, maaf andai penulisan saya mengguris hati mana-mana pihak. Bukanlah niat saya untuk berbuat begitu. Selamat berselfie. Sekian~

Eh jap tak habis lagi.
Di sini admin nak dedahkan beberapa gejala selfie dalam kalangan ikhwah.
enjoy





oleh:
Farhan Raduan / MrFr0.

Thursday, April 24, 2014

I WISH





Can you hear that?
It’s my heart
Broken.
Shattered
Into thousand pieces
And I’m waiting
For someone
To pick it all up
Arrange it
Stick it
And put it back together
Again.

Can you see that?
It’s my tears
Shed
Hidden
In the rain
And I’m waiting for someone
To wipe it away
Put back the light
In my eyes
Make me smile
Again.


And I’m still waiting
Hoping
Dreaming
Wishing
I wish…and I wish
I can only wish.


NurulKie
SayyedaZeinab
April 20th2014
9.40 p.m

Monday, April 21, 2014

Kekasih Hati sebagai Penawar


Untuk setiap penyakit, adanya PENAWAR.
Antara sudah diketahui ataupun tidak, antara sudah ditemui ataupun tidak.

Sabda Nabi Muhammad SAW, mafhumnya:
"Untuk setiap penyakit, adanya penawar."

Dari ketamakan, kedengkian, kebencian, fitnah.
Dari barah ke kencing manis, dari sakit kaki ke sakit kepala.
Antara rohani ataupun bukan rohani.

Adanya satu penyakit, yang mana kita semua mengalaminya.
Hingga pada satu tahap, tiada seorang pun manusia, yang berjalan di muka bumi ini, yang tidak mengalami penyakit ini.

Penyakit ini ialah penyakit ROHANI.
Penyakit ini ialah penyakit berbuat DOSA.
Penyakit ini ialah penyakit yang mengabaikan.
Penyakit ini ialah penyakit yang berpaling daripada ajaran Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Penyakit ini ialah penyakit yang tidak memenuhi kewajipan dan tujuan kehidupan.

Allah Yang Maha Besar.
Allah Yang Maha Pencipta.
Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.
Allah Yang Maha Mulia lagi Dimuliakan.
Allah Yang Terbaik lagi Terunggul.
Allah Yang Maha Penyayang.

Sedang kita pun ketahui,
Kadang-kadang NAFSU menguasai diri.
Kadang-kadang SYAITAN, musuh paling besar manusia, yang akan senantiasa mencuba sedaya upayanya, siang dan malam, bekerja, untuk menyesatkan kita.

Allah sebagai PENAWAR.

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (wahai Muhammad) mengenai Aku maka (beritahu kepada mereka): sesungguhnya Aku (Allah) sentiasa hampir (kepada mereka); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanku (dengan mematuhi perintahKu), dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik serta betul."
(Surah Al-Baqarah: 186)

Allah SWT berkata, "Aku perkenankan permohonan,"
Setiap kali "dia berdoa kepadaKu.", "Aku perkenankan permohonan (doa),"
Ayat di atas bermula dengan, "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya...mengenai Aku..."
Allah bukan sahaja menunggu kita untuk bercakap denganNya, Allah menunggu kita untuk bertanya, berharap dan meminta daripadaNya, kerana Dia hampir.


Kemudian, Allah berkata lagi, tidak kira bila kita memanggilNya, Allah akan jawab.
Subhanallah!
Siapakah yang akan menjadi lebih penting daripada Allah?
Siapakah yang akan mempunyai status yang lebih rendah daripada dalam kalangan kita sebagai hambaNya?
Dan lagi Allah menunggu kita pada bila-bila masa.
Dan Allah akan perkenankan secepat yang mungkin dengan cara "أستجب": Allah akan perkenankan dari semasa ke semasa.

"Dan Tuhan kamu berfirman: "Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina."
(Surah Ghafir: 60)

Namun, dari ayat yang ke-186, Surah Al-Baqarah, "أجيب", secepat yang mungkin. "Aku perkenankan (secepat yang mungkin) permohonan, orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu."
Ayat ke-186, Surah Al-Baqarah ini adalah satu hadiah.
Allah berkata, "أجيب دعوة الداع", "Aku perkenankan permohonan (doa), orang yang berdoa (memohon)..."
Adalah berbeza ayat antara, "Aku perkenankan permohonan, (dari) sesiapa yang memohon..." dengan ayat, "Aku perkenankan permohonan, (dari) orang yang memohon..."
Apabila anda kata "sesiapa yang memohon...", adakah 'sesiapa' itu dikenali siapa? Tidak dikenali. Boleh jadi sesiapa.
Apabila anda kata "orang yang memohon...", adakah 'orang' itu dikenali siapa? Dikenali. Kerana orang itu yang memohon.

Allah berkata, tiada seorang pun dalam kalangan hambaNya adalah tidak dikenali. Kita semua bukan sesiapa, kita adalah hambaNya, kita adalah "orang yang memohon (berdoa)".
Allah kenali kita secara khususnya, "Aku perkenankan permohonan (doa)," secara khusus (individu).
Perkataan "الداع", membawa maksud yang khusus, "ال".
Kemudian, Allah tidak berkata, "أجيب دعاء الداع". Tetapi Allah berkata, "أجيب دعوة الداع".
Ayat tersebut dipanggil sebagai, "verbal noun" dalam ilmu Bahasa Arab. دعاء merujuk kepada doa tersebut yang dipohon oleh  الداع. Manakala, دعوة merujuk kepada diri pemohon doa yang memohon.
Merujuk kepada perkara di atas, betapa Allah begitu spesifik kepada hambaNya yang memohon.

Allah akan perkenankan permohonan hambaNya, walaupun hambaNya itu bukanlah seorang yang biasa berdoa. Sebagai contoh, pada satu ketika, dia terbuat satu kesalahan yang begitu besar, dan secara tiba-tiba dia berdoa kepada Allah.
Walaupun sekali, "دعوة", bukan "دعاء" yang boleh jadi berkala.

Jadi, kita tidak sepatutnya berkata, "Oh, aku tak boleh solat, aku teruk sangat sampai Allah tak akan makbulkan doa aku."
Allah berkata, "Berdoalah kamu kepadaKu...".
Allah sedang menunggu kita, di manakah kita?
Subhanallah!
Dan Allah berkata lagi, "Aku perkenankan permohonan (doa), orang yang berdoa (memohon)..."
Adakah "orang yang berdoa (memohon)" itu boleh jadi orang yang baik atau orang yang jahat? Sudah pastinya boleh jadi.
Allah tidak berkata, "Aku perkenankan permohonan (doa)," orang-orang yang soleh, orang-orang yang kuat beribadah, orang-orang yang baik, orang-orang yang berilmu.
Allah tidak meletakkan syarat langsung terhadap ciri-ciri "orang yang berdoa (memohon)".
Allah tidak mengira posisi mana kita berada, sejauh mana teruknya kita atau baiknya kita.
Jemputan (دعوة) ini adalah terbuka.
Asalkan kita adalah "orang yang berdoa (memohon)", walaupun ada dalam kalangan kita yang tidak pernah mengabdikan diri kepada Allah dalam hidup, apabila kita mengambil langkah untuk kembali kepada Allah, Dia akan perkenankan.

"أجيب دعوة الداع إذا دعان"
ِAllah tambah, "إذا دعان", "apabila dia berdoa kepadaKu."
Bila-bila masa hambaNya memohon, bila-bila masa Allah mahukan, terpulang kepadaNya.

Sekali lagi, tidakkah Allah berkata, "sesungguhnya Aku sentiasa hampir". Hampir.
Allah mendengar dan Allah perkenankan.
Allah yang memberikan sesuatu jarak jauh atau dekat.
Allah yang menampung musuh dan orang yang dicintai.
Bukti Allah itu hampir.

Dia selamatkan yang terdesak.
Dia memberi makan yang lapar.
Dia memberi minum yang dahaga.
Dia memberi ganjaran untuk amal yang baik.
Bukti Allah itu hampir.

AnugerahNya percuma.
Kurniaan nikmatNya datang dan pergi.
PintuNya sentiasa terbuka.
Dialah yang Maha Lembut, Pemurah dan Pengampun.
Bukti Allah itu hampir.

Yang lemas menyeru kepadaNya di lautan.
Yang hilang di padang pasir.
Yang ditahan di belakang jeriji besi.
Cara yang sama hambaNya yang memohon di dalam gua, Muhammad SAW.
Bukti Allah itu hampir.

BantuanNya datang dalam kelipan mata memandang.
PertolonganNya datang dalam sekelip mata.
Jika yang kalah memohon daripadaNya, dia menjadi menang.
Dia melihat kita (membuat dosa), dan Dia merahsiakannya.
Dan Dia tahu, dan Dia ampunkan.
Dan Dia disembah, dan Dia dihargai.
Bukti Allah itu hampir.

Allah yang Maha Lembut lagi Maha Mulia.
Dia yang tiada tandingan dan tiada bandingan.
Lebih hampir dengan hambaNya daripada urat leher.
Ke atas setiap jiwa, Dialah penjaga dan pemerhati.
Disyukuri, dipuji, dicintai.
Bukti Allah itu hampir.

Dia menyeru pendosa untuk bertaubat.
Dia membuka pintu untuk mereka yang mahukan pengampunanNya.
Dia menghapuskan pemisah antara Dia dengan yang memerlukanNya.
Allahu Rabbi!

Matahari dan bulan adalah daripada cahaya kebijaksanaanNya.
Tanah dan laut adalah daripada nikmatNya yang melimpah ruah.
Burung memujiNya.
Raksasa mengagungkanNya.
Ombak berkata-kata tentang kebesaranNya.
Ikan paus memanggil-manggilNya.
Semut di bawah batu, menyucikanNya.
Lebah di dalam sarang, menderu syukur kepadaNya.
Manakala manusia, mengingkariNya secara terang, tetapi Dia menutupnya buat mereka.
Dan manusia melupakan (Allah).
Namun Allah tidak akan pernah melupakan hambaNya.

"Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
(Surah Az-Zumar: 53)


Andai kita punyai kekasih hati, sudah tentu kita menunggu-nunggu panggilan si dia.
Pabila kekasih hati memanggil, alangkah indahnya hati terasa.

Tulisan sang pendosa.

Saturday, April 12, 2014

Softly, Tenderly

I came up with an idea after a dinner. I will give you a series of pictures with a bit of description and my interpretation under each one of them. But my dinner had nothing to do with it.
 1)
The parasailer is looking forward to his moment to rise above with the wind, with not a slightest idea that a potential man-eater can bump his boat and gulp him in one sweep.

You may or may not know what is coming and whose territory you are passing through. While you are at it, you can awe at the wonders that the scenery offers you. But when the time comes, you can not escape from the confrontation that life has been keeping from you.


2) 
The keeper holds a cake of fish for the birthday walrus!

This needs no say. Just smile at this picture.


3) 
REQUIESCAT
by: Oscar Wilde
       
 Tread lightly, she is near
          Under the snow,
          Speak gently, she can hear
          The daisies grow.
This is the first stanza of the poem. 
Requeiscat is Latin from requeiscat en pace that means rest in peace.

Oscar Wilde preached a pay of respect for the dead. Even to the dead, we are supposed to not cause pertuberation. Speak only wellwishes. Think beautythoughts. Say hello to newbloomers. Bid goodbye when you have to.


4)
Chipmunk! This is a snow squirrel.

Those big eyes hold beauty, of beautiful vision. The curvy smile looks very happy. The fluffy fur is warm and comfortable. The tiny fingers are dependable to bring food home. A lion-adorer (in this case, the author) too can appreciate this cute creature. As an extra note, with an appropriate magnification, one single grain of sand looks magnificent. Ultra magnifique!


5) 
A heap of everybody’s favorite, KitKat in a bowl.

This picture is raw. Unfiltered but clean. Depicts a man’s (may be a girl’s) hunger. You can never have enough of what you like. Plus, what has been made easy for you to enjoy. I have seen a picture of 60 large orders of fries bunched together by a group of high-schoolers. But those kids got kicked out of the premise. Thus I’m not sharing the picture here because it has a sad ending.

I do not write an article with an introduction, a body and a conclusion. Because we just like to 


  
Fathin Nuraqilah Azman








Saturday, March 29, 2014

SEJAM DALAM KEGELAPAN

Pembukaan

Kita betul-betul selesa dengan kehidupan kita sekarang, bukan? Kebergantungan kita kepada tenaga elektrik yang diperluaskan oleh Thomas Edison dan Nikola Tesla telah merevolusikan cara kita hidup dan bekerja. Tapi penghasilan elektrik memerlukan, di samping sumber semulajadi, tenaga fosil yang akan menambahkan jejak carbon (carbon footprint).


Pengenalan & Sejarah

Earth Hour (http://www.earthhour.org/), sebuah inisiatif secara sukarela telah dilancarkan oleh World Wildlife Fund (WWF) dengan matlamat memberikan kesedaran kepada penduduk dunia tentang environmentalism dan perubahan iklim.

Earth Hour menggalakkan orang ramai, kerajaan dan syarikat perniagaan untuk bertanggungjawab terhadap kesan yang ditinggalkan oleh manusia kepada alam.

Earth Hour mengajak kita untuk memadamkan lampu yang tidak perlu                 (non-essential lights) selama sejam, bermula dari jam 8.30 malam (waktu tempatan).

Aktiviti ini bermula pada 31 Mac 2007 di Sydney, Australia pada 7.30 malam. Sejak dari tarikh itu, Earth Hour telah dijalankan di seluruh pelusuk dunia, dengan peningkatan bilangan bandar yang terlibat setiap tahun.

2008
- Ulangtahun pertama melihat pertambahan mendadak bilangan negara kepada 35   buah dan 370+ bandar.

2009
- 96 negara dari 6 benua terlibat.
- Siaran 8TV di Malaysia dihentikan selama sejam bermula 8.30 malam.

2010
- 128 negara dan 4,616 bandar terlibat.
- Lampu dipadamkan untuk beberapa binaan seperti Big Ben, Eiffel Tower, Empire      State Building, Niagara Falls, Parthenon, Brandenburg Gate, Forbidden City dan      Sydney Opera House.

2011
- Penyertaan dalam Earth Hour mencecah rekod dengan 5251 bandar dari 135           negara. Dijangkakan ia telah mencapai perhatian 1.8 billion penduduk.
- Selain penyertaan dari tahun sebelumnya, binaan Golden Gate Bridge dan patung   Christ the Redeemer turut memadamkan lampu mereka.

Big Ben
Christ the Redeemer
Sydney Opera House
Empire State Building (New York)
Brandenburg Gate (Jerman)
Eiffel Tower
Golden Gate Bridge

2012
- Pada 31 Mac 2012, 7000 bandar dari 152 negara telah mengambil bahagian             (pertambahan paling tinggi sejak 2009).
- Earth Hour melancarkan kempen "I Will if You Will" yang mencabar orang ramai       untuk mengambil tindakan lanjutan selepas Earth Hour.

2013
- Penyertaan mendatar dengan 7000+ bandar dari 154 negara.
- Bekas Presiden Botswana berjanji akan menanam 4 juta pokok dalam tempoh 4       tahun sebagai menyahut cabaran "I Will if You Will".


2014
Earth Hour dijadualkan pada 29 Mac 2014.


Fokus pada tahun ini

Tahun ini Earth Hour melancarkan Earth Hour Blue, iaitu sebuah platform crowdsourcing & crowdfunding di mana orang ramai boleh memberi sumbangan kewangan kepada beberapa projek yang diselaraskan oleh Earth Hour. Ini dikira sebagai lanjutan kepada inisiatif memadamkan lampu yang telah berjaya mengumpulkan perhatian orang ramai untuk memelihara alam sekitar.

Kali terakhir penulis melihat laman https://earthhourblue.crowdonomic.com/, terdapat 16 projek daripada pelbagai cawangan WWF. Dari menghentikan pemburuan haram di Singapura, hingga pemetaan tenaga boleh baharu (renewable energy) di Kanada.


Kritikan

Sepertimana sesetengah dari kita, terdapat juga individu yang memberikan kritikan dan pandangan skeptikal terhadap Earth Hour.

Contohnya, suatu penerbitan mengatakan pembakaran lilin paraffin (apabila digunakan dalam tempoh sejam Earth Hour itu) boleh meningkatkan pembebasan karbon dioksida, bergantung sebanyak mana lilin dibakar. [Cadangan: Pilih lilin yang dibuat dari soya atau beeswax]

Terdapat juga pengiraan yang mengatakan bahawa menutup semua lampu rumah di seluruh dunia selama sejam hanya bersamaan dengan 20-minit pengeluaran karbon dioksida di China.

Pandangan lain ada mengutarakan bahawa penurunan mendadak tenaga elektrik (apabila Earth Hour bermula) diikuti kenaikan semula selepas itu akan meningkatkan kembali pengeluaran karbon dioksida, kerana aliran elektrik yang lebih besar diperlukan.

Namun begitu, Earth Hour tidak menjenamakan pergerakan itu sebagai "energy [or] carbon dioxide exercise", tetapi sebagai tindakan simbolik. Fokus utamanya ialah menimbulkan kesedaran. Kesedaran mampu bertahan lebih dari sejam.




























Earth Hour di Malaysia

Pada tahun ini pihak WWF-Malaysia menganjurkan Earth Hour pertama kalinya di Pulau Pinang . Melalui laman Facebook acara tersebut (https://www.facebook.com/events/502634626520189/?ref=5), peserta akan berjalan kaki waktu tempoh sejam dari Penang City Hall dan kembali, sejauh 3.5km.


Di Kuala Lumpur, menara berkembar Petronas tidak ketinggalan dalam menjayakan Earth Hour setiap tahun.

Menara berkembar Petronas & Menara KL


Penutup

Earth Hour adalah usaha yang dijalankan untuk memberikan kesedaran kepada orang ramai bahawa alam sekitar kita semakin terjejas. Usaha-usaha boleh digiatkan, dan usaha paling berkesan adalah bermula dengan kesedaran dalam diri penduduk bumi ini sendiri.

Jika program-program Earth Hour tidak langsung menambahkan ilmu dan kecaknaan terhadap isu alam sekitar dan tenaga boleh ubah, maka program itu hanya sia-sia kerana tidak mencapai matlamat sebenar WWF.

Penulis tinggalkan anda dengan video promosi Earth Hour 2012 di bawah.



Rujukan

  1. "Earth Hour 2014 FAQ." WWF Malaysia. WWF Malaysia, n.d. Web. 28 Mar. 2014.
  2. "Earth Hour 2014." WWF Malaysia. N.p., n.d. Web. 28 Mar. 2014.
  1. Earth Hour. Digital image. WWF Earth Hour. WWF UK, n.d. Web. 28 Mar. 2014.
  1. "Earth Hour." PETRONAS. N.p., n.d. Web. 28 Mar. 2014.
  2. Jr., Tom Zeller. "Earth Hour Is A Big Waste Of Time! Or, How Do You Solve A Problem Like Bjorn Lomborg?" The Huffington Post. TheHuffingtonPost.com, 22 Mar. 2013. Web. 28 Mar. 2014.
  3. "Landmarks Set for Record Earth Hour." WWF Global. N.p., 26 Mar. 2014. Web. 29 Mar. 2014.
  4. "Lights Go out at Petronas Twin Towers during Earth Hour." The Star Online. N.p., 24 Mar. 2013. Web. 28 Mar. 2014.
  5. "Malaysia Counting down to Earth Hour." WWF Malaysia. N.p., 17 Feb. 2009. Web. 28 Mar. 2014.
  6. Unger, David J. "Earth Hour 2013: Does It Really save Energy?" The Christian Science Monitor. The Christian Science Monitor, 23 Mar. 2013. Web. 29 Mar. 2014.

*Semua gambar adalah hak milik pemilik asal.